Selamat Datang

Sekapur sirih
Bagi Masyarakat Tangerang Selatan, tidak lama mereka akan dihadapkan sebuah proses demokratisasi yang akan menentukan nasib mereka sendiri. Kurang lebih setahun lagi akan dilaksanakan Pilkada guna menghadirkan sosok pemimpin Lokal yang nantinya bertanggungjawab menahkodai sebuah kotamadya yang konon kabarnya akan menjadi sebuah daerah yang maju, modern dan mengalami perkembangan yang sangat cepat seperti kota-kota penyangga ibukota lainnya.

Bagi para politisi dan elite politik lokal, Tangsel adalah ranah baru distribusi kekuasaan. Sumber-sumber kekuasaan baik birokrasi, parlemen daerah, dengan sejumlah hak dan kewenangan istimewanya, memang sering diperebutkan. Tak heran dibeberapa tempat, pemekaran wilayah menjadi alternatif solusi konflik politik. Tapi patut disadari bahwa pemekaran tidak hanya menjadi jalan keluar instabilitas lokal. Namun kemaslahatan jangka panjang menjadi taruhannya. Baik terhadap ketersediaan anggaran maupun terhadap pembangunan masyarakatnya.

Bagi kalangan professional, cendekiawan, tokoh masyarakat, pendidik dan alim ulama, Tangsel adalah sebuah cerminan dari representasi dari sebuah masyarakat, yang majemuk, yang sosio-kulturalnya mencerminkan sebuah Indonesia mini. Tentunya, untuk mengelolanya agar menjadi sebuah kota yang ideal, tentunya sangat dibutuhkan kerja keras, komitmen yang tinggi seluruh elemen yang ada di dalamnya, sipapun dia, apapun dia, semuanya menjadi asset untuk menjadi penentu keberhasilan pembangunannya.

Bagi seorang Bang Jajat Sudrajat Manaf seorang tokoh Muda, Seorang Putra daerah, seorang Frofesional muda yang mumpuni di bidang pendidikan dan konsen terhadap perkembangan perekonomian masyarakat, Aktifis muda yang selama ini telah bergelut pada pemberdayaan masyarakat tanpa ingin dipublish ke masyarakat umum, mencoba untuk mengabdikan dirinya secara maksimal agar Tangsel dapat berkembang dengan tidak meninggakan budaya local (local genienya), mampu memajukan masyarakatnya dengan kesetaraan pendidikan yang baik, kesehatan yang terjangkau semua orang, iklim investasi kondusif dan berwawasan lingkungan, pertumbuhan ekomiomi yang berbasis masyarakat, pelayanan publik yang cepat, transparan dan banyak lagi keinginan-keinginan beliau yang sebenarnya juga adalah idealisme-idealismenya sebagai seorang yang independen, teguh dalam menjalankan komitmen dan prinsip hidupnya yang mencerminkan seorang nasionalis yang religius akan kita temukan dalam buku kecil ini

Bagi mereka yang peduli, para stake holder, aktifis, rekan-rekan muda dan element-elemen yang ada di tangsel, buku kecil ini mudah-mudahan menjadi jawaban akan pertanyaan kenapa Bang Jajat Manaf kami tokohkan dan kami harapkan menjadi sosok pemimpina masa depan tangerang Selatan.

Akhirul kalam, kami memohon maaf jika terdapat kekeliruan dan kehilafan dalam penulisan buku ini.

Jabat Erat dari kami

Gerbang Selatan

Comments (1) »